bayi, ibu, perawat, dokter, rumah sakit, medis, kesehatan, persalinan, bayi baru lahir, perawatan bayi, neonatus, inkubator, medis, peralatan medis, kehangatan, kebahagiaan, senyum, keluarga, cinta, peduli, profesi, wanita, masker, hijab, pakaian medis, alat kesehatan, kebidanan, anak kecil, pelukan, perlengkapan bayi

meet.dr_agnes

Agnes Tri Harjaningrum dr. SpA M.Sc

INSTAGRAM MICRO

B

Avg. View Rate

1.85%

B

Engagement Rate

Insights Overview
Login to view

Rate Card (Est.):

10,3 Rb

Followers

34.01%

3,5 Rb

AVG. View

1 post/2 day

AVG. Post

Video/Reels
Post Date Views/Plays Likes Comments Shares Engagements Post E.R Video Title
09 Nov 2025 4.767 81 13 24 118 2.48%
Kenapa harus melawan tapi tidak boleh membalas? Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), dan WHO, anak perlu diajarkan untuk melawan (stand up for themselves) tetapi bukan membalas (fight back). Anak tidak dianjurkan untuk membalas dengan kekerasan, kecuali dalam kondisi pertahanan diri darurat, ketika ia benar-benar terancam secara fisik dan tidak punya jalan untuk kabur atau minta tolong. Lalu, segera minta bantuan orang dewasa terdekat. Melawan (assertive response): Artinya anak berani membela diri dengan cara aman dan tegas, seperti berdiri tegak, menatap sebentar, dan berkata, “Stop, aku nggak suka kamu ngomong begitu,” lalu menjauh dan lapor ke orang dewasa. Tujuannya: menghentikan perilaku bullying dan menjaga harga diri tanpa kekerasan. Membalas (aggressive response): Artinya anak melawan dengan amarah atau kekerasan, misalnya memukul, mendorong, atau mengejek balik. Ini bisa membuat konflik makin parah, anak ikut dianggap bersalah, dan bahkan memperkuat pola kekerasan. Apa dampaknya kalau anak membalas? 1. Membalas justru memperpanjang siklus kekerasan Studi Journal of School Psychology dan AAP menunjukkan bahwa anak yang membalas cenderung jadi target berulang, pelaku merasa ditantang, dan kekerasan meningkat (balas-membalas). Akibatnya: bullying jadi lebih sering dan lebih berat. 2. Anak bisa ikut dianggap bersalah Dalam situasi sekolah, kalau anak ikut memukul atau mendorong, guru sering sulit membedakan siapa pelaku utama. Akibatnya: korban bisa ikut kena sanksi disiplin (zero tolerance policy). 3. Pola agresif bisa terbentuk Penelitian Child Development menunjukkan anak yang sering menyelesaikan konflik dengan kekerasan lebih berisiko punya perilaku agresif kronis di remaja dan dewasa, termasuk masalah kontrol emosi dan hubungan sosial. 4. Tekanan emosional dan rasa bersalah Banyak anak korban bullying yang akhirnya merasa bersalah (“aku jadi kasar juga”) atau cemas karena takut hukuman. Dampak psikologisnya: gangguan cemas, rendah diri, sulit percaya orang lain. Siap role play di rumah sama anak? #sharingislearning #pediatricianlife #stunting #bulying
08 Nov 2025 1.276 20 0 1 21 1.65%
Satu dari 2 anak Indonesia mengalami kekerasan baik fisik maupun seksual. Jangan-jangan ini terjadi karena dulu, ortunya atau orang dewasa di sekitarnya diasuh dengan cara sering dimarahin atau ditekan emosinya. Penelitian menunjukkan laki-laki yang tumbuh dengan pola toxic masculinity (dilarang menunjukkan emosi) lebih rentan mengalami depresi tersembunyi, kecemasan, atau perilaku agresif. Apa yang seharusnya dilakukan parents soal mengajarkan emosi ini? 1. Validasi perasaannya. "Bunda tahu adek pasti sedih mainannya rusak." 2. Bantu kasih nama emosi. "Kamu kecewa ya karena kalah." 3. Tunjukkan contoh dari orang dewasa. "Ayah juga waktu mau presentasi takut, deg-degan, terus ayah tarik napas dulu." 4. Ajarkan cara menyalurkan emosi. Misal kalau lagi marah, bukan pukul tapi tarik napas tiup lilin imajiner, remas bantal atau goyang tubuh, shake it out. Jadi gimana dong kalau anak cowo nangis? Ganti narasinya, bukan bilang, “Cowok gak boleh nangis” tapi jadi, “Nangis gak apa-apa kok sayang, itu tanda kamu lagi sedih. Yuk kita cari cara supaya kamu merasa lebih baik.” Dengan demikian semoga semakin banyak lahir cowo-cowo green flag dan cewe green flag juga tentunya. Dari RPTRA ke RPTRA , sharing sesi 3. #sharingislearning #pediatricianlife #regulasiemosi #tumbuhkembanganak

Similar Creators

 
© Kreanesia.id. v.1.19
System Online